Wabup Najamudin Buka Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama dan Etnis

  Tuesday 15 October 2019   Winda Bestari     1992

PPID - morowalikab.go.id - Bungku. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali bekerjasama dengan PT. IMIP menggelar Dialog Kerukunan antar Umat Beragama dan Etnis, Kamis, (10/10). Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Morowali Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dihadiri oleh Wakapolres Morowali Utara, Kompol. Hasanudin, Ketua MUI Kabupaten Morowali Mauludin, S. Hi, Kaban Kesbangpol, Drs. Wahid Hasan, M.Pd, Tokoh Agama Budha, Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Hindu, Tokoh Agama Khatolik Dan Ketua FKUB Kabupaten Morowali.

Dialog yang berlangsung di Wisata Laut, Kel. Tofoiso itu mengangkat tema, "Implementasi Sikap Moderasi Beragama Untuk Mewujudkan Kerukunan Dalam Perbedaan Menuju Morowali Sejahtera Bersama" dengan menghadirkan Narasumber, Ketua FKUB Provinsi Sulteng Prof. Dr. Zainal Abidin, S. Ag dan Pdt. Rinaldy Damanik, S.Th., M.Si.

Wabup Morowali, Najamudin berujar bahwa salah satu pemicu timbulnya konflik dalam bermasyarakat adalah akibat adanya benturan perbedaan sikap, pendapat dan pikiran yang memunculkan egoisme dalam diri, sehingga kesemuanya tidak luput dari pertikaian dan perpecahan. Najamudin menyebut, dialog adalah cara efektif untuk mencegah terjadinya konflik sedini mungkin.

"Dialog adalah cara dalam berkomunikasi yang paling diunggulkan FKUB. Sebab dengan dialog akan mempertemukan antara pikiran dan perasaan, sehingga ini bisa disatukan dalam rangka menuju perdamaian. Sejatinya, sikap lahir dari pikiran dan apa yang ada di pikiran itu akan menjadi tindakan. Dialog menghasilkan sikap dan nilai-nilai dalam bertindak pada keseharian di lingkup yang beragam", ucapnya.

Lebih lanjut ia menguraikan bahwa kondisi hari ini tidak bisa dikatakan aman sebab konflik bisa saja menjadi bom waktu. Maka, Najamudin mengimbau agar kegiatan dialog untuk merawat kerukunan harus senantiasa dijaga oleh seluruh elemen khususnya Pemerintah Daerah.

"Jangan menilai konflik adalah hal kecil. Ibarat api, pemantik yang kecil tidak boleh dianggap remeh. Olehnya Pemda selalu mengambil langkah untuk merawat kerukunan. Banyak metode pendekatan untuk merawat kerukunan salah satunya adalah dialog. Tahun berikutnya kami sudah menitip anggaran pada FKUB untuk ikut merawat gerakan ini", urai dia.

Najamudin juga menyentil, dalam perspektif pembangunan, salah satu faktor terjadinya konflik adalah adanya pembangunan yang tidak merata. Menurutnya, hal tersebut akan menimbulkan kecemburuan sosial, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi konflik.

"Masalah tersebut harus dideteksi sedini mungkin kemudian dilakukan langkah konkret untuk mengatasinya melalui program-program seperti dialog ini. Semuanya harus disikapi sehingga daerah menjadi aman. Kalau daerah aman ini juga menguntungkan bagi kita karena salah satu penunjang investasi adalah terciptanya keamanan daerah", tandasnya.

Sementara itu, hal senada diungkapkan Direktur PT IMIP, Slamet Pangabean berujar bahwa investor dalam menanamkan modal harus melihat keamanan suatu daerah. Menurutnya, Morowali telah dikenal dalam skala nasional karena perkembangan Morowali yang begitu pesat. Ia berharap agar nilai-nilai guyub rukun tetap dipertahankan, sehingga nama Morowali akan terus bergaung.

"Morowali memiliki potensi besar, maka nilai-nilai positif harus dipertahankan karena itu adalah aset bagi daerah. Morowali suatu saat akan menjadi icon. Mari saling mem-backup dan membantu, sehingga potensi konflik harus dicegah sedini mungkin agar nilai positif bisa dipertahankan", pungkasnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, kemudian peserta diberi materi oleh masing-masing narasumber. Diketahui, peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari Tokoh Agama Budha, Tokoh Agama Kristen, Tokoh Agama Hindu, Tokoh Agama Khatolik Ketua dan pengurus FKUB Kabupaten Morowali. (Winda).

Berita Terkait

pemkab-morowali-evaluasi-dan-perkuat-gugus-tugas-kabupaten-layak-anak

Pemkab Morowali Evaluasi dan Perkuat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak

BMorowalikab.go.id- Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Evaluasi dan Penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak An

pemkab-morowali-evaluasi-dan-perkuat-gugus-tugas-kabupaten-layak-anak

Pemkab Morowali Evaluasi dan Perkuat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak

BMorowalikab.go.id- Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan Evaluasi dan Penguatan Gugus Tugas Kabupaten Layak An

wabup-morowali-iriane-iliyas-hadiri-workshop-dan-sosialisasi-opini-ombudsman-2026

Wabup Morowali Iriane Iliyas, Hadiri Workshop dan Sosialisasi Opini Ombudsman 2026

Morowalikab.go.id – Palu – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri Workshop dan Sosialisasi Opini Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang digelar di Ruang Polibu, Lantai III, Kantor Gubernur Sul

wabup-morowali-iriane-iliyas-hadiri-workshop-dan-sosialisasi-opini-ombudsman-2026

Wabup Morowali Iriane Iliyas, Hadiri Workshop dan Sosialisasi Opini Ombudsman 2026

Morowalikab.go.id – Palu – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri Workshop dan Sosialisasi Opini Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang digelar di Ruang Polibu, Lantai III, Kantor Gubernur Sul

asisten-ii-buka-rapat-penyusunan-peta-ketahanan-dan-kerentanan-pangan-kabupaten-morowali-tahun-2026

Asisten II Buka Rapat Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Morowali Tahun 2026

Morowalikab.go.id – Bungku – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar rapat penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Tahun 2026 di Aula